ABOUT SEMARANG – Dikutip dari demakkab.go.id, Kabupaten Demak memiliki sejarah yang sangat kaya dan berperan penting dalam perkembangan pemerintahan, politik, ekonomi, serta sosial budaya, khususnya dalam penyebaran agama Islam di Pulau Jawa dan Indonesia.
Sebagai sebuah wilayah yang sarat sejarah, penetapan Hari Jadi Kabupaten Demak menjadi momen yang penting untuk mengenang akar dan identitas daerah ini.
Penetapan Hari Jadi Kabupaten Demak tidak hanya sebagai catatan historis, tetapi juga memiliki nilai pragmatis untuk membangkitkan rasa cinta dan kebanggaan masyarakat terhadap daerahnya.
Selain itu, Hari Jadi ini menjadi pemicu semangat pembangunan serta daya tarik bagi sektor pariwisata.
Dasar hukum penetapan Hari Jadi ini didasarkan pada Surat Gubernur Jawa Tengah tahun 1987 dan Surat Keputusan Bupati Demak tahun 1991, yang kemudian dikukuhkan lewat Peraturan Daerah No. 3 Tahun 1991.
Panitia penetapan Hari Jadi sepakat untuk menjadikan tanggal penobatan Raden Fatah sebagai Sultan pertama Kasultanan Bintoro Demak sebagai Hari Jadi Kabupaten Demak.
Penobatan ini dianggap sebagai simbol kedaulatan politik dan kemerdekaan Demak dari pengaruh asing. Raden Fatah dikenal sebagai tokoh yang taat beragama, ulama besar, negarawan handal, dan cinta tanah air.
Sejarah Demak tidak bisa dilepaskan dari Kerajaan Majapahit, terutama saat pemerintahan Prabu Brawijaya V (Prabu Kertabumi). Raden Fatah merupakan putra Prabu Kertabumi dari Putri Cempa, dan lahir di Palembang.
Setelah dewasa, ia belajar agama Islam pada Sunan Ampel dan menikah dengan putrinya, Nyai Ageng Maloka. Atas perintah Sunan Ampel, Raden Fatah menetap di Glagah Wangi (Bintoro) untuk menyebarkan Islam.
Ketika kerajaan Majapahit mengalami kekacauan politik, Raden Fatah mengirim pasukan untuk membalas wafatnya ayahnya, Prabu Kertabumi.
Setelah kemenangan atas Majapahit, Demak berkembang menjadi pusat politik, militer, perdagangan, dan pengembangan budaya Islam.
Raden Fatah kemudian dinobatkan sebagai Sultan Demak pertama dengan gelar Senopati Jimbun Ngabdul Rahman Panembahan Palembang Sayidin Panatagama.
Kekuasaan Demak meluas hingga ke wilayah Cirebon, dan pada tahun 1512 mengirim ekspedisi ke Malaka untuk melawan penjajah Portugis.
Pertumbuhan Kerajaan Demak juga menandai berkembangnya budaya Islam yang melebur dengan tradisi pra-Islam, menciptakan tradisi unik seperti perayaan Idul Fitri, Idul Adha, Maulid Nabi, dan seni Islam yang masih lestari di wilayah bekas kerajaan seperti Cirebon, Banten, Mataram, dan Aceh.
Berdasarkan hasil kajian, tanggal penobatan Raden Fatah ditetapkan pada 12 Rabiul Awal 1425 Saka, yang jatuh pada 28 Maret Masehi. Tanggal inilah yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Demak.
Sejarah Kabupaten Demak, dengan perjuangan dan kepemimpinan Sultan Raden Fatah, menjadi sumber inspirasi dan tauladan bagi masyarakat, khususnya generasi muda dalam membangun dan memajukan Kabupaten Demak tercinta.***
autosup
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru
