Kawasan Jakarta Pusat, khususnya di sekitar Masjid Istiqlal dan Katedral, kini bukan hanya menjadi pusat religi dan sejarah, melainkan juga destinasi wisata perut yang tak ada habisnya. Artikel ini akan membahas secara mendalam enam rekomendasi tempat makan mulai dari kedai es krim legendaris yang sudah ada sejak zaman kolonial, hingga restoran mewah dengan sajian internasional di sekitar Lapangan Banteng.
Berjalan-jalan di area Gambir dan Sawah Besar rasanya kurang lengkap jika tidak mencicipi hidangan yang menjadi favorit lintas generasi. Jika Anda berencana melakukan wisata religi di Istiqlal atau sekadar berjalan kaki dari Stasiun Juanda, informasi detail mengenai lokasi, menu andalan, hingga jam operasional berikut ini akan menjadi panduan kuliner terbaik untuk Anda.
1. Ragusa Es Italia: Sensasi Dingin Tanpa Pengawet yang Melegenda
Bagi Anda yang menyukai nuansa nostalgia, Ragusa Es Italia di Jalan Veteran I adalah tempat yang wajib dikunjungi minimal sekali seumur hidup. Kedai ini sangat terkenal dengan resep es krim klasiknya yang diklaim tanpa pengawet dan kaya akan kandungan susu, memberikan tekstur yang sangat berbeda dari es krim modern.
Lokasinya sangat strategis, hanya berjarak sekitar 400 meter dari Halte Juanda atau Stasiun Juanda, sehingga sangat mudah dijangkau dengan berjalan kaki. Jam operasionalnya cukup panjang, yakni pukul 10.00 hingga 22.00 WIB pada akhir pekan, namun Anda harus bersiap mengantre panjang saat musim liburan tiba.
“Berasa banget rasa es krim jadulnya, Cassata Siciliana-nya sangat enak karena ada kombinasi chiffon cake beku di dalamnya,” ungkap salah satu pengunjung yang terkesan dengan rasa otentiknya.
Menu paling best seller yang tidak boleh dilewatkan adalah Spaghetti Ice Cream dan Banana Split. Karena tempatnya sering penuh sesak saat peak season, jangan heran jika Anda melihat banyak pengunjung yang menikmati es krim mereka sambil duduk di trotoar jalan demi merasakan sensasi legendaris ini.
2. Pondok Wong Palembang: Kehangatan Sop Ikan di Pusat Kota
Masih di Jalan Veteran I, tepatnya di nomor 34-35, terdapat Pondok Wong Palembang bagi Anda yang menginginkan makanan berat yang kaya bumbu. Restoran ini menawarkan berbagai masakan khas Sumatera Selatan yang disajikan dengan cara unik, yakni menggunakan api kecil yang tetap menyala saat dihidangkan di meja.
Pondok Wong Palembang buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB. Menu Sop Ikan di sini menjadi favorit karena rasanya yang segar, meskipun untuk menu Sop Iga, porsinya mungkin terasa sedikit kurang bagi sebagian orang.
“Otak-otaknya enak meskipun harganya terbilang premium yaitu Rp10.000 per buah, tapi kelebihannya kita bisa refill teh tawar sepuasnya setelah sekali bayar,” ujar seorang pelanggan setia.
Satu catatan bagi pengunjung, restoran ini masih memperbolehkan pengunjung merokok di dalam ruangan meskipun ber-AC. Jadi, bagi Anda yang membawa anak kecil atau kurang nyaman dengan asap rokok, ada baiknya memilih waktu kunjungan saat restoran sedang tidak terlalu ramai.
3. Gumati Resto Jakarta: Area Luas dengan Sayur Asem Juara
Tepat di samping Stasiun Juanda, berdiri Gumati Resto Jakarta yang menawarkan area makan sangat luas dan fasilitas yang lengkap. Tempat ini menjadi pilihan favorit rombongan karena kenyamanannya, kebersihan toilet, serta tersedianya mushola yang representatif.
Gumati Resto memiliki jam operasional yang sangat pagi, mulai pukul 06.00 hingga 22.00 WIB setiap harinya. Variasi makanannya sangat banyak dan pelayanannya dikenal sangat ramah serta helpful dalam melayani permintaan pelanggan, seperti menghangatkan kembali hidangan yang dipesan.
“Sayur asemnya benar-benar the best dan hebatnya lagi pengunjung bisa melakukan free refill,” tutur seorang penikmat kuliner yang memberikan kesan positif.
Meskipun beberapa menu seperti oncom dan balakutak dirasa kurang bumbu bagi sebagian lidah, suasana resto yang nyaman tetap membuatnya layak untuk dicoba saat Anda berada di kawasan Juanda.
4. Toko Kopi Maru: Hidden Gem Estetik di Dekat Pasar Baru
Bergeser sedikit ke arah Pasar Baru, terdapat sebuah kedai kopi “nyempil” namun sangat nyaman bernama Toko Kopi Maru di Jalan Pintu Air Raya. Tempat ini sangat cocok bagi Anda yang ingin melarikan diri sejenak dari keramaian kota untuk Work From Cafe atau sekadar duduk santai di Minggu pagi.
Toko Kopi Maru buka mulai pukul 07.00 WIB di akhir pekan, namun perlu diingat bahwa kedai ini tutup pada hari Senin. Menu yang paling direkomendasikan adalah Piccolo dan Kyoto Latte (perpaduan kopi, matcha, dan susu) yang memiliki cita rasa decent dengan harga yang masih masuk akal.
“Tempe mendoannya juara, satu porsi dapat 8 potong dengan baluran tepung yang pas, sangat nikmat dimakan bareng kopi,” tulis seorang pengunjung dalam ulasannya.
Suasana sekitarnya yang tenang membuat Toko Kopi Maru menjadi destinasi favorit bagi mereka yang ingin menghabiskan waktu lebih lama sambil menikmati kopi berkualitas.
5. Sedjuk Bakmi & Kopi Pos Bloc: Comfort Food di Bangunan Bersejarah
Jika Anda mencari suasana makan di gedung bersejarah yang disulap menjadi estetik, Sedjuk Bakmi & Kopi di Pos Bloc adalah tempatnya. Memiliki vibe yang hangat dan sedikit remang layaknya makan di rumah nenek versi modern, tempat ini menjadi comfort spot bagi banyak orang.
Bakmie Komplit di sini menjadi primadona karena porsinya yang sangat memuaskan, lengkap dengan bakso dan pangsit yang padat daging. Jam operasionalnya mulai pukul 08.00 WIB saat akhir pekan, sangat pas untuk sarapan setelah berolahraga di Lapangan Banteng.
“Pangsitnya besar dan padat banget, ditambah chili oil dan bumbu lainnya langsung bikin rasanya meledak di mulut,” ungkap seorang pecinta bakmi dengan antusias.
Selain bakmi, menu Pisang Goreng dengan siraman gula aren dan kental manis di sini juga disebut-sebut sebagai dessert yang luar biasa. Meski beberapa menu spesial sering cepat habis karena tingginya peminat, rasa originalnya saja sudah cukup untuk memberikan skor kepuasan yang tinggi.
6. El Padrino Steak House: Kemewahan Steak karya Andrea Peresthu
Bagi Anda yang ingin menutup hari dengan makan malam mewah, El Padrino Steak House di Jalan Lapangan Banteng Selatan adalah destinasi kelas atas yang tak perlu diragukan kualitasnya. Restoran milik chef Andrea Peresthu ini menawarkan pengalaman makan steak dan seafood premium dengan pelayanan yang sangat knowledgeable.
Restoran ini buka setiap hari dari pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Salah satu menu unik yang patut dicoba selain steaknya adalah Ikan Turbot asal Mediterania yang dimasak dengan bumbu meresap dan tekstur daging yang sangat lembut.
“Setiap mampir ke resto Andrea Peresthu tidak pernah menyesal, stafnya sangat ramah dan menguasai menu dengan sangat baik,” ujar seorang pengunjung yang puas.
Kemewahan rasa dan suasana yang ditawarkan El Padrino menjadikannya tempat yang sangat tepat untuk merayakan momen spesial atau sekadar menjamu tamu penting di jantung kota Jakarta.
Tips Kulineran di Area Istiqlal:
-
Gunakan Transportasi Umum: Turun di Stasiun Juanda atau Halte Transjakarta Juanda akan jauh lebih praktis daripada membawa kendaraan pribadi.
-
Datang Lebih Awal: Khusus untuk Ragusa dan Sedjuk Bakmi, datanglah sebelum jam makan siang agar mendapatkan tempat duduk tanpa antre lama.
-
Bawa Cash/Digital Payment: Sebagian besar tempat sudah menerima QRIS, namun sediakan uang tunai kecil untuk parkir atau jajanan kaki lima di sekitarnya.***
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Jasa Backlink
Download Anime Batch
