ABOUT SEMARANG – Kurang darah atau anemia kerap dianggap hal biasa, apalagi oleh mereka yang memiliki aktivitas padat.
Padahal, kondisi ini bisa berdampak serius terhadap kesehatan tubuh secara menyeluruh jika tidak ditangani dengan tepat.
Anemia bukan sekadar lemas atau pusing biasa. Dalam jangka panjang, bisa mengganggu produktivitas, konsentrasi, hingga meningkatkan risiko penyakit lain.
Apa Itu Kurang Darah?
Secara medis, kurang darah atau anemia adalah kondisi saat tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin.
Hemoglobin berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.
Ketika kadarnya rendah, otomatis organ-organ tidak mendapatkan cukup oksigen untuk bekerja dengan optimal.
Dikutip dari laman Alodokter, kurang darah berbahaya bagi Kesehatan tubuh, seperti:
1. Tubuh Mudah Lelah dan Tidak Bertenaga
Kurangnya pasokan oksigen membuat otot dan jaringan tubuh cepat lelah meskipun melakukan aktivitas ringan.
Akibatnya, penderitanya jadi tidak produktif dan gampang merasa mengantuk atau lesu sepanjang hari.
2. Jantung Bekerja Lebih Keras
Jantung akan memompa darah lebih cepat untuk mencukupi kebutuhan oksigen tubuh.
Dalam jangka panjang, ini bisa menyebabkan pembesaran jantung atau bahkan gagal jantung.
3. Konsentrasi Menurun
Otak juga membutuhkan oksigen dalam jumlah cukup. Jika tidak terpenuhi, seseorang bisa mengalami gangguan konsentrasi, sulit fokus, bahkan mudah lupa.
4. Menurunnya Sistem Kekebalan Tubuh
Anemia kronis bisa membuat daya tahan tubuh menurun sehingga lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit.
5. Risiko Komplikasi pada Ibu Hamil
Kurang darah pada ibu hamil bisa berdampak pada tumbuh kembang janin, meningkatkan risiko kelahiran prematur, berat badan bayi rendah, hingga kematian ibu dan bayi saat persalinan.
Selain itu, kamu juga perlu tahu gejala-gejala kurang darah dan harus di waspadai, seperti:
– Wajah pucat
– Cepat lelah
– Sering pusing atau sakit kepala
– Napas pendek meskipun tidak beraktivitas berat
– Tangan dan kaki terasa dingin
– Detak jantung tidak teratur
Kurang darah atau anemia bisa terjadi karena beberapa penyebab diantaranya kurang asupan zat besi, vitamin B12, dan asam folat.
Untuk mengatasi dan mencegah anemia, kamu harus:
1. Konsumsi Makanan Bergizi
Perbanyak asupan makanan kaya zat besi seperti daging merah, hati, bayam, kacang-kacangan, dan telur. Tambahkan vitamin C agar penyerapan zat besi lebih optimal.
2. Periksa Kesehatan Secara Rutin
Tes darah lengkap bisa mendeteksi anemia lebih dini sehingga bisa segera diobati.
3. Konsumsi Suplemen Jika Diperlukan
Terutama untuk ibu hamil dan remaja putri yang rentan kekurangan zat besi.
Kurang darah bukan kondisi yang bisa diabaikan. Gejalanya memang tampak ringan di awal, namun dampaknya bisa fatal jika dibiarkan terus-menerus.
Jangan tunggu hingga tubuh benar-benar kehabisan tenaga.
Mulailah dengan pola makan sehat dan gaya hidup aktif untuk menjaga keseimbangan darah dalam tubuh.***
autosup
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru
