ABOUT SEMARANG, MUZDALIFAH — Ribuan jamaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia, terpaksa berjalan kaki dari Muzdalifah menuju Mina akibat bus pengangkut yang tidak kunjung datang.

Kemacetan total di kawasan Muzdalifah membuat banyak bus tidak dapat mencapai titik penjemputan jamaah, sehingga mereka harus melanjutkan perjalanan sejauh sekitar 4 kilometer dengan berjalan kaki.

“Kami bersama ratusan jamaah dari Indonesia terpaksa berjalan kaki sejak bakda subuh dan sampai ke tenda jamaah haji di Mina sekitar pukul 09.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Alhamdulillah semua jamaah dalam kondisi sehat dan selamat,” ungkap Ketua Rombongan 5 Kloter 31 SOC, Prof Dr KH Ahmad Rofiq MA, Jumat (6/6/2025) malam.

Ketua KBIHU Ar-Raudhoh Semarang, KH Moh Affandi, turut membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa kemacetan di Muzdalifah terjadi sejak dini hari hingga menjelang fajar.

Banyak bus yang dijadwalkan menjemput jamaah tak dapat masuk ke area Muzdalifah.

“Jamaah haji masih berpakaian ihram banyak yang keluar area Muzdalifah. Mereka tumpah ruah di pinggir jalan menuju Mina. Sebagian dari mereka memilih berjalan kaki menuju Mina,” jelas Kiai Affandi.

Menurut Kiai Affandi, bus murur yang datang dari Arafah pun terjebak macet di ujung Muzdalifah, dekat perbatasan Mina.

“Rombongan saya dari Arafah mulai bergerak pukul 01.30 dinihari WAS,” tuturnya.

Meskipun demikian, ia tetap bersyukur atas kelancaran perjalanan sebagian jamaah. “Kami menikmati proses perjalanan ini. Semua ini adalah bagian dari qadar dan iradat Allah SWT,” ujarnya.

Prof Rofiq mengungkapkan bahwa kejadian serupa pernah terjadi pada musim haji 2023. Meski jarak tempuh Muzdalifah-Mina relatif dekat, sekitar 3,5-4 kilometer, kondisi fisik jamaah yang telah kelelahan usai wukuf di Arafah dapat memicu persoalan, terutama bagi jamaah lansia dan yang memiliki risiko tinggi.

“Untuk jamaah muda, perjalanan ini tidak masalah. Tapi untuk yang sepuh, sangat berat, apalagi sambil membawa barang bawaan,” jelasnya.

Pimpinan KBIHNU Semarang, Drs KH Ahmad Hadlor Ihsan, memastikan 252 jamaah binaannya selamat sampai Mina. Namun, satu rombongan berjumlah sekitar 50 orang yang dipimpin Gufron Hamzah terpaksa berjalan kaki karena tidak mendapatkan bus.

“Tetap bersyukur, Alhamdulillah atas anugerah-Mu,” ucapnya.

Petugas haji asal Kota Semarang, Busro, menuturkan bahwa rombongannya yang berjumlah 362 orang menggunakan skema murur, sehingga perjalanan berlangsung lancar.

“Kami bergerak dari Arafah pukul 01.00 dinihari WAS, tiba di Muzdalifah pukul 02.00, dan masuk Mina pukul 03.00 dinihari. Alhamdulillah tidak ada masalah,” katanya.

Menurut Busro, rombongan Gufron Hamzah mungkin tiba lebih awal di Muzdalifah dan harus mabit lebih lama, sehingga terkena dampak kemacetan.

“Kami sangat bersyukur karena fasilitas di Arafah dan Mina sangat baik. Makanan, minuman, dan fasilitas MCK memadai. Bahkan banyak konsumsi yang tidak sempat kami habiskan karena sangat melimpah,” pungkas Busro.***





autosup

Berita Olahraga

News

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Drama Korea

Resep Masakan

Pendidikan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Berita Terbaru

By Autosup

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *